“Think before you act emg bener dan baik. Tapi too much think before you act itu yg bahaya.”
—(via reitwi)
May 2012
40 posts
“Kita bisa menghindar, tapi kalau itu takdir, pasti kita akan kembali ke tempat yang sama lagi. Karena kemana pun melangkah, tujuannya tetap sama.”
—Omen
Fiksi, Semi-Nyata.: sadgenic: Ada saat dimana kita tidak perlu menoleh ke belakang. Jangan... →
yasmijn.tumblr.com
Ada saat dimana kita tidak perlu menoleh ke belakang. Jangan lihat lagi apa yang sudah (ikhlas) kita tinggalkan. Aku percaya, itu akan meringankan langkah, untuk menjemput sesuatu yang baru. Sesuatu yang lebih melegakan. Sesuatu yang membuat kita bersyukur, karena menjemputnya…
Play
:( bag.2
- Akhirnya Astrid memutuskan untuk jalan ke warnet kakanya, Mas Angga, siapa tau ada yang kenal gitu. Mas Angganya mah di rumah lagi tidur.
- Astrid: Cha aku udah sampe
- Astrid: Ada yg aku kenal tapi lagi tidur
- Acha: Bangunin aja cit
- Acha: Aduh astrid sedih
- Astrid: Aku nemu uang di atas tv berapa cig?
- Acha: Berapa? 500 gera
- Astrid: 400 rupiah
- Acha: Hahahaha ngakak
- Acha: Gimana atuh cit
- Astrid: Bangeeeeeeeeeeeetttttt!!!
- Acha: Udah cit minta aja ke yg ada
- *5 menit kemudian*
- Astrid: Chaaaaaaaaaaa!!! Nemu seratus rupiah shit
- Astrid: Haaaaaaaaaaaaaa
- Astrid: Seneng bangeeeeeeeeeeeeeet
- Astrid: Haaaaaaaaaaaaaaaaaaa
- Astrid: Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata ini mah
:(
- Astrid: Anjir cha aku bloopers banget!
- Acha: Kenapaaaa?
- Astrid: Haduh fix banget butuh bantuan hahahaha
- Acha: Kenapa cit kenapa?
- Astrid: Aku parkir ga bawa uang banget :(
- Acha: Parkir dimana?
- Astrid: Di borma
- Astrid: Aku janjian ketemuan sama orangnya di borma
- Acha: Ga bawa uang lebih lagi?
- Acha: Aku ke borma atuh dibawain uang mau gaaa
- Astrid: Ngga banget
- Astrid: Borma cimahi cha :(
- Acha: Euh dikira borma sini :(
- Acha: Gimana atuh cit?
- Astrid: Gatau hahah
- Astrid: Berapa cig bayar parkirnya cha?
- Astrid: 500 rupiah hahahaha
- Acha: Hah? Beneran gada uang cit?
- Acha: Di mobil gada uang?
- Astrid: Ga ada chaaa
- Astrid: Aku pake motor ke bormanya
- Acha: Gimana atuh ciit
- Acha: Yaudah blg aja lupa bawa uang gt cit
- Astrid: Mana ada chaaaa
- Astrid: Ntar minta ktp sim stnk gitugitu gimana? Ga bawa apa apa pisan
- Acha: Ngga lah ya bismillah
- Acha: Cit wajahnya memelas aja
- Astrid: Ga enak oge cha
- Acha: Namanya orang lupa :(
- Astrid: Pirage gope ntar dikira nipu gimana gitu hahah
- Acha: =D
- Acha: Skrg km dimana?
- Astrid: Pulang naik angkot aja gitu ini teh
- Astrid: Anjir pengen ngakak
- Acha: Jadi ada ongkosnya?
- Acha: Hahaha aku jg ketawa
- Astrid: Masih di borma aku
- Astrid: Hoiyaaaa!!! Bener laaaaaah
- Astrid: Lupa pisan
- Acha: Hahahaha pede banget pake angkot aja gituuu
- Astrid: Jir fix ngakak
- Acha: Cit kabur aja cit
- Acha: Keluar motornya diem-diem atau ga didorong aja
- Acha: Atau ga keliling borma siapa tau ada uang jatuh gitu
- Astrid: Di borma cimahi mah ga gitu chaaa
- Astrid: Pake tiket gitu
- Acha: Oooh bagus ya :(
- Astrid: Iya ga kaya di setiabudi
- Astrid: Aku ngamen dulu gitu ya chaaa?
- Acha: Ide bagus deminyaaa
- Astrid: Apa aku nyari di kolong-kolong ya?
- Acha: Cit fix cari uang jatuh aja biasanya ada
- Acha: Berdoa berdoa
- Acha: Doa orang teraniaya didengar Allah
“Kadang apa yang kita inginkan di masalalu bisa berubah menjadi apa yang ingin kita hindari di masa sekarang.”
—(via zarryhendrik)